Rabu, 17 Juli 2013

jurnal artikel : ANALISIS UNSUR TOKOH, ALUR, DAN AMANAT TERHADAP KUMPULAN CERPEN “MAKA AKU SETIA” KARYA TERESHKOVA

ANALISIS UNSUR TOKOH, ALUR, DAN AMANAT TERHADAP KUMPULAN CERPEN “MAKA AKU SETIA” KARYA TERESHKOVA

Eneng Tita Kartika Sari
B1C10018

Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
UNIVERSITAS BALE BANDUNG

Abstrak Penelitian ini mengkaji unsur-unsur yang terdapat pada kumpulan cerpen, yaitu unsur  instrinsik cerpen meliputi alur, penokohan, dan amanat. Setiap orang pada umumnya memiliki pendapat dan penafsiran yang berbeda terhadap suatu cerpen. Unsur intrinsik cerpen adalah unsur yang ada di dalam cerpen yang berfungsi untuk membentuk suatu cerpen. Penokohan adalah cara pengarang menyajikan watak tokoh dalam cerita. Amanat adalah pesan-pesan yang ingin disampaikan pengarang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode dalam penelitian status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang.Dalam analisis kumpulan cerpen “Maka Aku Setia” karya Tereshkova Ko ini, kebanyakan mirip dengan kejadian dalam kehidupan nyata, khususnya bagi kehidupan anak remaja maupun yang baru menginjak dewasa yang dapat di ambil dan di pelajari oleh para pembaca.Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam menganalisis suatu karya sastra, terlabih dahulu kita harus memahami unsur-unsur yang terdapat di dalam suatu karya sastra itu. Seperti unsur intrinsik dan ekstrinsik. Agar pembaca dapat memahami isi cerita tersebut.
Kata kunci : satra, cerpen, analisis, alur, penokohan, tokoh antagonis, tokoh protagonis,  dan amanat.
A.    Pendahuluan
Karya sastra merupakan serangkaian penuangan ide, pemikiran, dan ekspresi yang dilakukan pengarang melalui interpretasi terhadap kehidupan yang direfleksikan melalui bahasa-bahasa pilihan. Sehingga, sumber penciptaanya berdasarkan kehidupan secara menyeluruh. Oleh karena itu, karya sastra menawarkan sejumlah nilai kehidupan, nilai-nilai yang bermakna bagi kehidupan, mengarahkan, dan meningkatkan kualitas hidup sebagai manusia. Kebermanfaatan inilah yang menjadikan perlu mengenal karya sastra demi kebermanfaatan bagi kehidupan.
Cerpen atau cerita pendek merupakan karya sastra yang bersifat fiksi. Berbeda dengan novel yang juga merupakan karya sastra bersifat fiksi, cerpen lebih padat dalam penyampaian ceritanya. kepadatan tersebut semakin menguatkan nilai-nilai dalam cerita tersebut.
Untuk memahami nilai-nilai di dalamnya, maka perlu melihat isinya dengan cara membedah karya tersebut melalui unsur-unsur pembangunnya, yaitu unsur-unsur intrinsik. Unsur-unsur instrinsik tersebut antara lain: judul, tema, plot, latar, penokohan, dan sudut pandang. Dari situlah kemudian ditarik garis besar kesimpulan keterkaitan antar unsur-unsur untuk menentukan makna baik tersurat maupun tersirat dari cerita yang disampaikan.
Rumusan Masalah
Dari pokok-pokok permasalahan diatas penulis menemukan beberapa rumusan masalah yang akan dibahas dalam jurnal artikel ini, diantaranya swbagai berikut: a) Bagaimana unsur Alur, penokohan dan amanat yang terdapat dalam kumpulan cerpen “Maka Aku Setia” karya Tereshkova Ko, dan b) Apakah kumpulan cerpen “Maka Aku Setia” karya  Tereshkova Ko bisa dijadikan bahan ajar pembelajaran sastra di tingkat SMA/sederajat.
Tujuan
Analisis ini bertujuan untuk mengetahui unsur alur, penokohan, dan amanat yang terdapat dalam kumpulan cerpen “Maka Aku Setia” karya Tereshkova Ko, dan untuk mengetahui bahwa kumpulan cerpen “Maka Aku Setia” karya Tereshkova Ko bisa dijadikan bahan ajar pembelajaran sastra di tingkat SMA/sederajat.

Manfaat
Melalui jurnal artikel ini diharapkan pembaca atau audien dapat mengetahui unsur Alur, amanat dan penokohan yang terdapat dalam kumpulan cerpen “Maka Aku Setia” karya Tereshkova Ko, dan dapat menjadikannya sebagai bahan ajar pembelajaran sastra di tingkat SMA/sederajat.
B.    Kajian Pustaka
1.    Pengertian Unsur Intrinsik Cerpen
Unsur intrinsik cerpen adalah unsur yang ada di dalam cerpen yang berfungsi untuk membentuk suatu cerpen.
Unsur instrinsik (instrinsic) adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur-unsur inilah yang menyebabkan karya sastra hadir sebagai karya sastra, unsur-unsur yang secara faktual akan dijumpai jika orang membaca karya sastra (Nurgiyanto, 2009: 23).
2.    Cara Mengidentifikasi Nilai Moral dan Nilai Sosial dalam Sebuah Cerpen
a.    Alur/plot
Adalah struktur penceritaan yang didalamnya berisi rangkaian peristiwa dari satu peristiwa ke peristiwa lainnya.
1)    Alur maju, yaitu alur atau jalan cerita yang disusun berdasarkan urutan waktu (naratif) dan urutan peristiwa (kronologis).
2)    Alur mundur, yaitu alur atau jalan cerita yang mengembalikan cerita ke masa atau waktu sebelumnya.
3)    Alur campuran (flashback), yaitu perpaduan antara alur maju dan alur mundur. Cerita bergerak dari bagian tengah, menuju ke awal, dilanjutkan ke akhir cerita.


b.    Penokohan
Adalah cara pengarang menyajikan watak tokoh dalam cerita. Teknik penggambaran tokoh. Untuk menggambarkan sifat atau karakter seorang tokoh, pengarang menggunakan dua teknik. Kedua teknik tersebut adalah sebagai berikut.
1)    Teknik analitik, yaitu karakter/sifat dari tokoh cerita diceritakan secara langsung oleh pengarang.
2)    Teknik dramatik, yaitu karakter/sifat tokoh dikemukakan melalui penggambaran tertentu, misalnya fisik dan perilaku tokoh, lingkungan kehidupan, dialek bahasa, jalan pikiran, dan lewat gambaran tokoh lain.
Jenis penokohan Berdasarkan peranannya dalam suatu cerita, tokoh dibedakan menjadi tiga jenis. Jenis-jenis tokoh tersebut adalah protagonis, antagonis, dan tritagonis.
1)    Tokoh protagonist yaitu, tokoh yang mendukung cerita. Biasanya ada satu atau dua figur tokoh protagonis utama yang dibantu tokoh lain yang terlibat dalam cerita. Tokoh jenis ini biasanya berwatak baik, dan menjadi idola pembaca/pendengar.
2)    Tokoh antagonis Yaitu, tokoh yang menjadi penentang cerita. Biasanya ada satu atau dua figur tokoh yang menentang cerita. Tokoh jenis ini berwatak jahat, menyebabkan konflik, dan dibenci oleh pembaca dan pendengar.
3)    Tokoh tritagonis Yaitu tokoh pembantu (penengah) baik untuk tokoh protagonis maupun antagonis.
Cara menentukan watak dan sifat tokoh. Cara untuk menentukan watak tokoh adalah sebagai berikut.
1)    Tentukan pelaku-pelaku cerpen, baik protagonis, antagonis, dan tritagonis.
2)    Pikirkan dan rasakan dengan cermat watak, perilaku, kebiasaan, dan kondisi setiap pelaku.
3)    Simpulkan watak tiap pelaku melalui dialog, sikap, pembawaan, dan pola pikir dalam cerita.
c.    Amanat
Cara menentukan amanat adalah, dengan cara membaca keseluruhan cerita dan memahaminya, bila perlu bacalah berulang-ulang, setelah itu tentukan Tokoh utama yang mengalami kejadian/masalah, lalu tentukan masalah yang dihadapi tokoh utama tersebut. Biasanya amanat itu adalah hal yang ingin disampaikan oleh penulis agar kita melaksanakannya, amanat itu ada yg tersirat dan tersurat. kadang-kadang amanat mirip dengan tema.

3.    Pengertian Unsur Alur, Penokohan, dan Amanat
a.    Alur
Alur disebut juga jalan cerita. Wujudnya berupa peristiwa-peristiwa yang disusun saling berkaitan menurut hukum sebab akibat dari awal sampai akhir cerita. Alur dirinci menjadi perkenalan, konflik/pertikaian, perumitan, klimaks, peleraian, dan penyelesaian.
Alur merupakan rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan seksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan penyelesaian (KBBI, 2008).
b.    Penokohan
Penokohan disebut juga karakteristik, artinya bagaimana pengarang melukiskan watak tokoh. Pelukisan watak tokoh harus sesuai dengan tema dan amanat.
Istilah “penokohan” lebih luas pengertiannya daripada “tokoh” dan “perwatakan” sebab ia sekaligus mencakup masalah siapa tokoh cerita, bagaimana perwatakan, dan bagaimana penempatan dan pelukisannya dalam sebuah cerita sehingga sanggup memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca. Penokohan sekaligus menyaran pada teknik perwujudan dan pengembangan tokoh dalam sebuah cerita (Nurgiyantoro, 2009: 166).


c.    Amanat
Amanat adalah pesan-pesan yang ingin disampaikan pengarang. Amanat merupakan pemecahan pokok masalah dalam sastra. Hal ini penting sebab dapat memperkaya pengetahuan kita tentang hidup dan kehidupan, terlebih bagi karya yang bernilai sastra, karena dapat menambah nilai-nilai dan memberikan kepuasaan hidup secara rohani.
Secara umum amanat merupakan gagasan yang mendasari karya sastra; pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengar (KBBI, 2008).

C.    Metodelogi Penelitian
Metode Deskritif
Metode deskripsi adalah suatu metode dalam penelitian status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang.
Whitney (1960) berpendapat, metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena.
Dalam metode deskriptif, peneliti bisa saja membandingkan fenomena-fenomena tertentu sehingga merupakan suatu studi komparatif. Adakalanya peneliti mengadakan klasifikasi, serta penelitian terhadap fenomena-fenomena dengan menetapkan suatu standar atau suatu norma tertentu, sehingga banyak ahli meamakan metode ini dengan nama survei normatif (normatif survei). Dengan metode ini juga diselidiki kedudukan (status) fenomena atau faktor dan memilih hubungan antara satu faktor dengan faktor yang lain. Karenanya mentode ini juga dinamakan studi kasus (status study).
Metode deskriptif juga ingin mempelajari norma-norma atau standar-standar sehingga penelitian ini disebut juga survei normatif. Dalam metode ini juga dapat diteliti masalah normatif bersama-sama dengan masalah status dan sekaligus membuat perbandingan-perbandingan antarfenomena. Studi demikian dinamakan secara umum sebagai studi atau penelitian deskritif. Perspektif waktu yang dijangkau, adalah waktu sekarang atau sekurang-kurangnya jangka waktu yang masih terjangkau dalam ingatan responden.

D.    Hasil dan Pembahasan Penelitian
1.    Tabel Analisis
No    Judul
Cerpen    Unsur Instrinsik    Bukti Pernyataan
        Alur    Penokohan    Amanat   
1.    Panggilan itu yang kutunggu    Alur Maju Mundur    Protagonis
a.Mbak Rini
b.Bang Ray
c.Si Mbok
d. Pak Idris
Antagonis
a.Reni
b.Reza    Jangan Pernah Menganggap Bahwa setiap Ibu Tiri Itu Jahat        Alur
Masih hangat dalam ingatan, aku berkenalan dengan mereka di restoran pizza delapan tahun yang lalu. Mereka masih anak-anak lincah dan lucu-lucu. Begitu aku melihat mereka aku langsung jatuh cinta, seperti aku mencintai ayah mereka. Dua taun yang sudah aku menjalin kasih dengan Bang Ray, seorang duda dengan dua orang anak.
    Tokoh Protagonis
a.Sudah kuduga, mereka menyambutku acuh tak acuh. “Ayo, anak-anak, kenalkan ini mbak sisi, teman papa” Mereka mengulurkan tangan dengan membuang muka . tapi dengan hati yang sabar aku sudah siap dengan kemungkinan ini.
b.Dengan suara yang lembut Sudahlah sisi Bang Ray yakin suatu saat mereka akan menyadari kekeliruan mereka.
c.Sudahlah, Bu jangan terlalu dipikirkan. Anak-anak memang begitu.”Si mbok menghibur sambil menemaniku didalam kamar”
d.Kan mau menjemput non Reni nanti takut nggak keburu Bu, kataku dengan nada lembut
    Tokoh Antagonis
a.Mau pakai mobil memangnya mau kemana, mau kesupermarket? Belanja mulu “ ujur Reni sekena dan seenaknya
b.Dengan santai Reza memperkenalkan sisi kesemua temannya. Kenalin ini, ini my step mom
    Amanat
Aku tulus mengasihi mereka. Aku tak plih kasih dengan anak kita, Aku memutuskan berhenti bekerja demi mereka, karna aku tau mereka membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari seorang ibu.
2.    Akankah semua terulang    Alur mundur    Protagonis
a.Ira
b.Oma
c.Tante
Antagonis
a.Tety
b.Mas Aji    Kesabaran dan Kerja keras yang nantinya membawa kita kedalam kebahagiaan        Alur
Ira mempunyai masa lalu yang kurang menyenangkan. Saat dia dilahirkan 27 tahun yang lalu, Ayahnya tidak menungguinya. Sebagai anggota brimob ayahnya sering mendapatkan tugas berpindah-pindah tempat kala itu ayahnya ditugaskan di sulawesi. Ibunya tidak bisa mendampingi mengingat usia kandunganya yang semakin membesar, Sampai waktunya untuk bersalin, ayahnya tidak dapat pulang
    Tokoh Protagonis
a.Aku sering menangis memikirkan nasibku. Bagaimana aku bisa belajar dengan baik kalau seharian aku sudah lelah mengerjakan sesuatu dirumah ini. Tapi, aku inget pesan Oma, Aku harus menjadi orang yang berhasil dan menjadi anak kebanggaan keluarga
b.Ingat Ira kamu harus raji belajar supaya kela menjadi orang yang sukses dan kamu harus tetap sayang keluarga
c.Tante akan selalu menjaga dan menerimamu kembali kalau kamu tidak betah di Yogyakarta
    Tokoh Antagonis
a.Apa-apaan, Ira! Anak sial” Ibu berteriak dan menarik tangan Ira , kalau begini, tidak bisa lagi kau tinggal di sini. Besok kamu harus kembali ke Jakarta! Dasar anak tak tau diuntung
b.Tolong pijitin leher Ayah. Ayah capek sekali. Beberapa saat kemudian tiba-tiba ayah memegang tanganku dan berkata boleh Ayah menciumm
    Amanat
Tahun berganti tahun aku dapat mewujudkan cita-citaku, kiniku sudah menyelesaikan S1-ku di Universitas Indonesia dan bekerja di bank.
3.    Merah Delima    Alur Maju    Protagonis
a.Merah Delima
b. Ibu
c.Ayah    Jangan pernah kamu menuruti semua Obsesi keingina dirimu sendiri, jika kamu tidak ingin  menyesal akhirnya         Alur
Kalau saja bisa, aku ingin mengganti namaku. Del, untung kamu nggak punya adik,” kata temanku dengan nada meledek, Makdusnya? Tanyaku  heran,
Bagaimana kalau kamu punya adik. Mungkin kebun buah-buahan bisa pindah kerumahmu. Ada mangga, jambu, pisang, seperti lagu yang sering kita dengar” Kenapa juga ibu dan bapak memberiku nama merah delima kaya nama buah saja, ( sebel).
    Tokoh Protagonis
a.Dengan nada yang lembut” cukup terharu juga aku mendengar kisah itu. Sejak saat itu tidak malu lagi memakai namaku.
b.Dengan nada lembut” Oh, panjang nak ceritanya, sewaktu Ibu hamil kamu dulu, tibalah waktu untuk tujuh bulanan, Kata orang harus bikin rujak memakai buah delima, Tapi ayahmu tidak menemukan buah delima. Ibu sempat kesal dibuatnya, untungnya acara syukuran berjalan dengan lancar
c.Sudahlah bu, nggak usah kesal begitu. Besok kalau anak kita perempuan, kita beri saja dia nama Delima, supaya kita nggak usah cari buah delima kemana-mana. Kan sudah ada, Baik kalau begitu ibu menambahkan nama merah ya, pak. Jadi Merah Delima
    Amanat
Tak ada lagi obsesi dalam hidupku selain mempunyai anak. Aku begitu antusias membuka lahan perkebunan buah delima untuk membantu para ibu agar mudah mendapkan buah delima sewaktu mengadakan tujuh bulanan, tetapi aku sendiri tidak pernah merasakan hal tersebut   karena aku belum pernah hamil.
4.    Mempelai Tanpa Hentis    Alur Maju    Antagonis
a.Istri
b.Suami    Jangan pernah kamu sesekali mengianti orang kamu sayangi, jika kamu tak ingin dihianati orang lain, lebih parah dari pada yang kamu lakukan        Alur
Pagi ini, di dalam kamar, aku baru saja mengaktifkan ponselku dan memebaca sms, dari kekasihku yang dikirim malam tadi pukul 02.01, sesaat setelah aku merampungkan pergulatanku yang sengit dengan istriku tercinta.
    Tokoh Antagonis
a.Aku lebih rela menjemput kekasihku di bandingkan dengan Istriku, Bahkan mau mengajak makan siang, samapai kemudian tidur seranjang
b.Aku tidak akan tinggal diam, Mas  jika kamu lebih nyaman dengan wanita lain mungkin, aku harus lebih parah dari kamu
    Amanat
Ampuni aku Mas, jika kamu mengianati aku, Aku tidak bisa tinggal diam.sampai-sampai anak yang sekarang ada di hadapan kamu itu, adalah bukan darah daging dari Mas.
5.    Aku sayang anak-anak    Alur Maju    Protagonis
a.Kiky
b.Mas irwin
c.Tito    Cintailah orang selalu ada untukmu di saat kamu kesusahan        Alur
Mobil yang kukendarai kuparkir di perkebunan teh, Sudah sebulan ini aku kerap pergi ke puncak. Aku menyukai tempat ini diman sejauh mata memandang pohon-pohon teh bak permadani hijau yang menawan memikat hatiku. Aku bisa menghabiskan hariku sambil melukis
    Tokoh Protagonis
a.Setiap saat kapan saja aku akan selalu menyayangi anak-anakku
b.Walaupun kamu hamil bukan karena aku, tapi aku akan bertanggung jawab, karena aku kasian sama anak kamu jika nantinya dia lahir tanpa kehadiran seorang ayah, dan terpenting mungkin dengan cara ini aku bisa membuktikan rasa cinta dan sayang aku pada kamu.
c.Dengan nada yang lembut”. Aku masih sayang kamu kiky, tapi aku harus bagaimana mungkin tuhan sudah tidak mengijinkan kita tuk hidup bersama lagi, karena sekarang kamu sudah ada yang punya
    Amanat
Apakah aku masih mencintainya? Sementara selam ini Mas irwin yang telah mengisi lembaran hidupku, melimpahkan cintanya padaku. Diam-diam aku juga mencintainya. Mas irwin bagai dewa penolong bagi aku dan anak-anakku. Jadi mulai sekarang aku akan selalu mencintainya.
6.    Anakku Berumur Tiga tahu    Alur Maju    Protagonis
a.Tina
b.Emak    Lebih baik bicara jujur dari Awal. dari pada berbohong karena dapat merugikan diri orang lain dan diri kamu sendiri        Alur
Sejak pertama melihat perempuan itu di stasiun kereta api Bojong gede, ada perasaan aneh yang kurasakan,aku merasa ibu dan entah apa, Setiap hari perempuan itu hilir mudik berjalan setiap panjang jalan stasiun seakan mencari sesuatu, Aku memperhatikan dari balik jendela kereta yang membawaku menuju Jakarta, tempatku bekerja
    Tokoh Protagonis
a.Ibu sakit” tanyaku. Ada nada cemas dalam pertanyaanku. Ini saya bawakan arem-arem buat Ibu, kataku sambil menyorongkan bungksan arem-arem dan air mineral
b.Walaupun Tina bukan anakku sendiri tapi aku akan menyayanginya sepenuh hati
    Amanat
Mak melihat ada seorang  bocah perempuan yang sedang menangis di pijik sana. Mak mendatanginya dan bertanya kenapa? Bocah itu tak menjawab. Bukanya Mak melapor kepetugas, melainkan Mak membawa bocah itu pulang  dan setelah itu Mak langsung berpindah rumah mengilangkan jejak. Maafkan Mak ya Tina, coba kalu Mak bicara jujur dari awal, Mak menyesal.
7.    Seia Setia    Alur Maju    Protagonis
a.Mas Ir
b.Tita    Hadapilah dengan rasa tenang dan Sabar semua masalah yang sedang kamu hadapi, karena jika kamu tidak begitu, Akibatnya akan merugikan diri kamu sendiri.        Alur
Sambil bernyanyi kecil kulangkahkan sepatuku dengan ringan, Ada hal yang penting yang ingin aku sampaikan pada tita, kekasihku, hal yang akan merubah hidupku Ya, aku akan melamarnya!
     Tokoh Protagonis
a.Bu, do’akan aku, semoga semuanya lancar, Sambil mencium tangan Ibu.”
b.Mas, aku sayang mas, Mas harus berjanji kalau kita akan selalu bersama disaat kita susah ataupun senang.
    Amanat
Tanpa pikir panjang, kubelokan mobilku berbalik arah tanpa sempat melihat kiri-kanan jalan. Mendadak...tut, tut, tut! Suara kelakson bus PATAS menghenyatkan aku.
“Tita, Kamu....?
“Sssst,,,,Tita menaruh telujuknya dimulutku.
“Kita sudah bersama Mas”
Tita membelai rambutku.
Kulihat sekeliling
Kenapa kita berada dalam taman ini lagi?
Di mana Ibu?
8.    Sari Sahabatku     Alur Maju    Protagonis
a.Rin
b.Sari
Tritagonis
a.Rosa    Jangan pernah menaruhkan semua masa depanmu ada di kota besar, karena semua itu tidak menjamin bahwa masa depanmu akan baik        Alur
Mataku sudah terpejam. Tapi aku juga belum tertidur. Tinggal hitungan jam, aku harus berangkat mengajar. Aku masih juga memikirkan surat dari Ibu yang kuterima tadi siang
    Tokoh Protagonis
a.kuambil air wudu dan aku segera shalat. Aku memohon petunjuk pada tuhan agar aku dapt bertemu dengan sari “Lapangkan jalanku. Ya allah, agar aku dapat mewujudkan keinginanku ini, Amien.”
b.”Sari!” panggil ibu dan bapak Sari serempak.
Ibu, Bapak, maafkan aku.” Sari mencium kaki kedua orang tuannya
Tokoh Tritagonis
a.Rin, rasanya sudah waktunya Sari dibawa kerumah sakit” kataku cemas.
    Amanat
Sari, bagaimana kabarmu? Kamipun berpelukan.
Bagaiman kamu bisa menemukan aku di sini” 
 Jawabku.”Kenapa kamu jadi seperti ini?
Dengan gugup Sari menjawab, sudahlah mungkin semua ini kesalahan terbesar aku, harus mengandung tanpa ad seorang laki-laki yang mau bertanggung jawab.
9.    Senyum Perempuan    Alur Maju    Protagonis
a.Ibu
Tritagonis
a.Narto
b.Bu Tanto
c.Mira
Antagonis
a.Basuki    Ingat sebuah penyesalan itu tidak akan pernah datang dari awal        Alur
Perempuan, aku benci perempuan, kecuali Ibu aku. Senyum perempuan bisa membuat hati sejuk tapi bisa juga menjadi bencana. Adam juga di surga digoda Hawa yang juga perempuan.
Perempuan sangatlah lihai. Dia bisa membuat dunia tertawa sekaligus menangis.
    Tokoh Protagonis
a.Bukan begitu, Nak. Ibu semakin tua. Siapa yang akan merawatmu nanti? Lagi pula Ibu ingin menimang cucu.” Ibu beujar dengan penuh rasa sabar
Tokoh Antagonis
a.Okay, okay, tapi tidak semua perempuan itu sama, bersabarlah, mungkin kamu belum menemukan sosok perempuan yang bisa merubah hidupmu.
b.Mbakyu, Nak Bas. Kenalkan ini keponakan Ibu. Kemarin baru datang dari Solo,” Sambil tersenyum
c.Terserah Mas Bas saja,mau main kemana  Asalkan Mira akan baik-baik saja,” Sambil tersenyum manis
Tokoh Antagonis
a.Jujur saja, Aku muak dengan yang namanya perempuan. Aku benci dengan yang namanya perempuan.
    Amanat
Aku menyesal telah salah menilai perempuan. Buatku, Mira adalah segalanya. Sama seperti Ibu. Aku sungguh mencintainya.
Mengapa terlalu cepat dia pergi di usia 34 tahun? Aku tetap bersyukur dapat merasakan kebahagiaan ini.
10.    Dari Zaman Nabi    Alur Maju    Protagonis
a.Mbak
Antagonis
a.Arina    Kesibukan dan Aktifitas mu yang tidak penting yang nantinya akan membuat orang-orang sayang padamu menjauh.        Alur
Belakangan ini Arina jadi sering pergi kesalon, ke pengobatan Alternatif, bahkan sampai ke orang pintar untuk berkonsultasi. Itu semua dia lakukan hanya untuk menambah kepercayaan dirinya. Dia sering menyalahkan diri.  Jiwanya sudah sakit.
Sebagai kakanya aku hanya bisa menahan uneg-unegnya sebelum kemudian menasehatinya.
Tokoh Protagonis
A”Coba Arina, kamu ubah kebiasaanmu yang barang kali kurang berkenan duhati suamimu. Kurangi aktivitasmu du sekolah anak-anakmu. Kurangi jalan-jalan ke mal,shopping. Carilah kesibukan yang lebih positif. “ujarku sambil tersenyum dengan nada yang lembut.
Tokoh Antagonis
a.Mbak, sih bisa ngomong gampang seperti itu. Kita tuh harus mengikuti perubahan Zaman Mbak. “ujar Arina dengan nada yang tinggi dan keras.
Amanat
Aku jadi tersadar, barang kali benar Mbak bilang, Aku terlalu sibuk di sekolah. Aku tak mau seperti Aan temanku, Aku bersyukur suamiku masih di sampingku. Aku akan coba belajar menerima suamiku apa adanya.
11.    Si Itik Buruk Rupa di Tengah Sekawan Gagak,Serigala, dan Buaya     Alur Maju    Protagonis
a.Devi
b.Tin    Hadapilah semua kenyataan hidupmu, baik itu susah ataupun senang. Kita tidak boleh menyerah atas apa yang harus kita hadapi. Karena kita tau, tuhan mempunyai cara sendiri untuk lebih mencintai dan menyayangi umatnya.        Alur
Devi berasal dari sebuah kelurga besar. Dia di lahirkan dari kelurga yang menurutku unik. Karena kesemua saudaranya perempuan, Devi merupakan anak tengah dari tujuh bersaudara.
Tokoh Protagonis
a.Tin,walaupun semua saudaraku tidak pernah menganggap kehadiranku, tapi aku akan slalu berusaha menjaga perasaan saudara-saudara gue.
b.Mungkin, saudara-saudara kamu nggak pernah mengerti apa yang kamu inginkan, makanya kalian nggak pernah bisa akur,” jawabku sambil tersenyum dengan nada yang lembut.
    Amanat
45 hari sudah Devi meninggalkanku, kini tinggalkan batu nisan bertuliskan namanya. Devi, namamu tak seindah hidupmu, Mungkin, tuhan lebih menyayangimu dengan cara seperti ini.

2.    Apakah Kumpulan Cerpen “Maka Aku Setia” karya Tereshkova KoBisa dijadikan Bahan Ajar Pembelajaran Sastra di Tingkat SMA/sederajat?
Kumpulan Cerpen “Maka Aku Setia” karya Tereshkova Ko sangat cocok untuk dijadikan bahan ajar pembelajaran sastra di tingkat SMA, karena didalam kumpulan cerpen tersebut, hampir semua ceritanya memceritakan kehidupan dan bagaimana perilaku anak-anak SMA. Didalamnya juga terdapat beberapa  bahan ajar yang dapat di ambil dan dipelajari oleh para pembaca terutama anak-anak seusia SMA.  
E.    Kesimpulan dan Saran
1.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas dapat dikemukakan beberapa kesimpulan penelitian ini sebagai berikut: a) Alur dalam kumpulan cerpen Karya Tereshkova Ko, kebanyakan menggunakan Alur maju, b) Tokoh, dalam cerita tersebut kebanyakan tokoh Antagonis dan Protagonis, c) Amanat yang terdapat dalam kumpulan cerpen “Maka Aku Setia” karya Tereshkova Ko kebanyakan mengandung pesan-pesan yang sangat berguna bagi kehidupan kita khususnya bagi kehidupan anak-anak remajas, dan d) Kumpulan cerpen “Maka Aku Setia” karya Tereshkova Ko sangat cocok untuk pembelajaran sastra di tingkat SMA karena isi ceritanya menceritakan semua tentang apa-apa saja yang terjadi pada kehidupan anak sekolah terutama tingkat SMA.
2.    Saran
Dalam menganalisis sebuah cerpen sebaiknya kita mempelajari unsur-unsur yang ada didalamnya terlebih dahulu. Selain mempelajari unsur-unsur yang ada di dalam, kita juga harus mempelajari unsur-unsur pendukung dari luarnya, seperti nilai-nilai yang terdapat dalam cerita tersebut.
F.    Daftar Pustaka
Batuah, Malin. 2012. Unsur Ekstrinsik Cerita (Cerpen/Novel). http://bahasaindonesiayh.blogspot.com/. 14 April 2012.
Cantika, Putri. 2011. Mengidentifikasi Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Sebuah Cerpen. http://putricaantika.blogspot.com/. 07 November 2011.
KBBI. 2008. KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA PUSAT BAHASA Edisi Keempat. Jakarta: PT. Gramedia.
Ko, Tereshkova. 2005. Maka Aku Setia. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Nurgiyantoro, Burhan. 2009. Teori Pengkajian Sastra. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Ramadhani, Rachma. 2013. Unsur Instrinsik dan Ekstrinsik Cerpen. http://rachmaramadhani.blogspot.com/. 18 Mei 2013.
Suryabrata, Sumadi. 1990. Metodologi Penelitian. Jakarta: CV. Rajawali.
Yusransyah, Muhammad. 2012. MENDISKUSIKAN UNSUR INTRINSIK (PENOKOHAN DAN ALUR) DALAM CERPEN. http://blogpendidikanbahasa.blogspot.com/. 14 September 2012.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar