Rabu, 17 Juli 2013

jurnal artikel : ANALISIS UNSUR PENOKOHAN, ALUR DAN SUDUT PANDANG PADA NOVEL SURAT KECIL UNTUK TUHAN KARYA AGNES DAVONAR

ANALISIS UNSUR  PENOKOHAN, ALUR DAN SUDUT PANDANG PADA NOVEL SURAT KECIL UNTUK TUHAN KARYA AGNES DAVONAR
Lusy Fitriyani
B1C110040
Abstrak  Tujuan analisis ini adalah untuk mengetahui unsur penokohan, alur dan sudut pandang dalam novel “Surat Kecil Untuk Tuhan”. Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita. Sedangkan alur adalah jalinan cerita yang dibuat oleh pengarang dalam menjalin kejadian secara beruntun atau rangkaian antar peristiwa lakuan dalam cerita. Dan sudut pandang, adalah posisi pengarang dalam membawakan ceritanya. Bisa jadi ia menjadi tokoh dalam cerita tersebut (pengarang berada di dalam cerita). Namun, bisa juga dia hanya menjadi pencerita saja (pengarang berada di luar cerita). Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode deskriptif analisis.  Metode deskriptif adalah metode penelitian yang bersifat observasi yaitu dengan cara memperoleh data dengan meneliti dan menganalisis. Sumber data adalah novel “Surat Kecil Untuk Tuhan” cetakan ke-15 dan artikel-artikel dari internet. Teknik pengumpulan data menggunakan menggunakan teknik dokumentasi sebuah novel yang berjudul “Surat Kecil Untuk Tuhan” karya Agnes Davonar dengan cara membaca novel, mentukan gagasan utamanya dan menuliskan tokoh dan watak tokoh juga mengetahui alur yang berada dalam novel “Surat Kecil Untuk Tuhan”. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan dalam novel “Surat Kecil Untuk Tuhan” karya Agnes Davonar ingin menyampaikan perjuangan seorang remaja melawan penyakit kanker ganas (Rabdomiosarcoma), tetapi memiliki semangat tinngi untuk hidup.Dan juga menyampaikan nilai-nilai pendidikan yang sangat bermanfaat bagi para pembaca dengan menghidupkan isi cerita di dalamnya, sehingga dapat menjadi lebih hidup dan menambah variasi serta menghindari hal-hal yang bersifat monoton yang dapat membuat pembaca bosan.
Kata kunci: unsur penokohan, alur, sudut pandang

Pendahuluan
Karya sastra di Indonesia sudah mulai digemari remaja pada masa kini, termasuk karya sastra novel. Novel adalah sebuah karya prosa fiksi yang mengangkat permasalahan yang kompleks dan luar biasa dari kehidupan tokoh-tokohnya. Pengetahuan akan unsur yang membentuk karya sastra pun sangat diperlukan untuk memahami karya sastra secara menyeluruh. Hadirnya suatu karya sastra tentunya agar dinikmati oleh para pembaca. Untuk dapat menikmati sebuah karya secara sungguh-sungguh dan baik diperlukan seperangkat pengetahuan akan karya sastra. Tanpa pengetahuan yang cukup penikmatan akan sebuah karya hanya bersifat dangkal dan sepintas karena kurangnya pemahaman yang tepat.
Dalam dunia fiksi kadang ada sesuatu yang tidak dapat diterima oleh akal sehat, karena memang dengan istilah seorang penyair menuangkan imajinasinya untuk diwujudkan dalam karya sastra. Dari sinilah disimpulkan bahwa karya sastra merupakan sebuah bentukan dari proses pemikiran  pengarang dalam mengapresiasi untuk menjadi sesuatu yang estetik.
Disamping itu, pengetahuan akan unsur-unsur yang membentuk karya sastra pun sangat diperlukan untuk memahami karya sastra secara menyeluruh. Tanpa pengetahuan akan unsur-unsur yang membangun karya sastra, pengetahuan kita akan dangkal dan hanya terkaan saja sifatnya, jika pengetahuan dengan cara demikian, maka maksud dan makna yang disampaikan pengarang kemungkinan tidak akan tertangkap oleh pembaca. Unsur-unsur karya sastra tersebut adalah unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur yang ada dalam tubuh karya sastra itu sendiri yang meliputi tema, alur, setting, penokohan, gaya bahasa, sudut pandang dan amanat. Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur yang berbeda diluar tubuh karya sastra yang meliputi adat istiadat, agama, politik, situasi zaman.
Disini akan dibahas mengenai unsur penokohan, alur dan sudut pandang dari novel “Surat Kecil Untuk Tuhan” karya Agnes Davonar. Isi dari novel ini adalah bukan hambatan seseorang untuk bersekolah meskipun dia mempunyai penyakit yang sangat berat.Berdasarkan inilah penulis tertarik untuk menganalisis unsur yang berada didalamnya.
1.    Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam analisis ini adalah bagaimana unsur penokohan, alur dan sudut pandang yang terdapat dalam novel “Surat Kecil Untuk Tuhan” karya Agnes Davonar, dan apakah novel “Surat Kecil Untuk Tuhan” karya Agnes Davonar dapat dijadikan bahan ajar di jenjang SMP/sederajat.
2.    Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan analisis ini adalah untuk mengetahui unsur penokohan, alur dan sudut pandang yang terdapat dalam novel “Surat Kecil Untuk Tuhan” karya Agnes Davonar dan untuk mengetahui bahwa novel “Surat Kecil Untuk Tuhan” karya Agnes Davonar bisa dijadikan bahan ajar dijenjang SMP/sedarajat.
3.    Manfaat
Melalui jurnal ini semoga bermanfaat dan berguna bagi pembaca untuk mengetahui unsur penokohan, alur dan sudut pandang yang terdapat dalam novel “Surat Kecil Untuk Tuhan” karya Agnes Davonar dan dapat dijadikan bahan untuk pembelajaran dijenjang SMP/sederajat dan juga dapat  memberikan kontribusi kepada mahasiswa.
Tinjauan Pustaka
Novel adalah sebuah karya prosa fiksi yang mengangkat permasalahan yang kompleks dan luar biasa dari kehidupan tokoh-tokohnya. Pengetahuan akan unsur yang membentuk karya sastra pun sangat diperlukan untuk memahami karya sastra secara menyeluruh. Hadirnya suatu karya sastra tentunya agar dinikmati oleh para pembaca. Untuk dapat menikmati sebuah karya secara sungguh-sungguh dan baik diperlukan seperangkat pengetahuan akan karya sastra. Tanpa pengetahuan yang cukup penikmatan akan sebuah karya hanya bersifat dangkal dan sepintas karena kurangnya pemahaman yang tepat.
Pengetahuan akan unsur-unsur yang membentuk karya sastra pun sangat diperlukan untuk memahami karya sastra secara menyeluruh. Tanpa pengetahuan akan unsur-unsur yang membangun karya sastra, pengetahuan kita akan dangkal dan hanya terkaan saja sifatnya, jika pengetahuan dengan cara demikian, maka maksud dan makna yang disampaikan pengarang kemungkinan tidak akan tertangkap oleh pembaca. Unsur-unsur karya sastra tersebut adalah unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur yang ada dalam tubuh karya sastra itu sendiri yang meliputi tema, alur, setting, penokohan, gaya bahasa, sudut pandang dan amanat. Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur yang berbeda diluar tubuh karya sastra yang meliputi adat istiadat, agama, politik, situasi zaman.
Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita. Untuk menggambarkan karakter seorang tokoh, pengarang dapat menyebutkan secara langsung, misalnya si A itu penyabar, si B itu murah hati. Penjelasan karakter tokoh dapat pula melalui gambaran fisik dan perilakunya, lingkungan kehidupannya, cara bicaranya, jalan pikirannya, ataupun melaui penggambaran oleh tokoh lain.
Cara menganalisisnya, bagaimana perilakunya dalam cerita, bagaimana tokoh tersebut berbicara tentang dirinya sendiri, pahami jalan pikirannya lalu bagaimana tokoh tersebut menghadapi masalah yang ada dan apa yang dikatakan oleh tokoh tersebut.
Sedangkan alur adalah jalinan cerita yang dibuat oleh pengarang dalam menjalin kejadian secara beruntun atau rangkaian antar peristiwa lakuan dalam cerita. Jenis-jenis alur :
1.    Alur maju
Rangkaian peristiwanya bergerak maju dari awal ke akhir kronologis.
2.    Alur mundur
Rangkaian peristiwanya bergerak mundur dari akhir ke awal.
3.    Alur campuran
Rangkaian peristiwa bergerak secara acak.
    Cara menganalisisnya, pahami dan cermati jalannya cerita, lihat urutan peristiwa dalam cerita novelnya.Lalu lihat dan tulis kapan cerita itu dimulai dan diakhiri, jika cerita diawali dari waktu lalu menuju waktu sekarang, berarti cerita tersebut beralur maju, demikian sebaliknya.
Untuk sudut pandang, adalah posisi pengarang dalam membawakan ceritanya. Bisa jadi ia menjadi tokoh dalam cerita tersebut (pengarang berada di dalam cerita). Namun, bisa juga dia hanya menjadi pencerita saja (pengarang berada di luar cerita).
Sudut pandang dibagi menjadi dua yaitu:
1.    Sudut pandang orang pertama
Pada sudut pandang orang pertama, posisi pengarang berada di dalam cerita.Ia terlibat dalam cerita, bisa tokoh utama ataupun tokoh pembantu. Salah satu ciri sudut pandang orang pertama adalah penggunaan kata ganti “aku” dalam cerita.
2.    Sudut pandang orang ketiga
Pada sudut pandang orang ketiga, pengarang berada di luar cerita.Artinya dia tidak terlibat dalam cerita.Pengarang berposisi seperti dalang atau pencerita saja.Ciri utama sudut pandang orang ketiga adalah penggunaan kata “dia” atau “nama-nama tokoh”.
Cara menganalisis sudut pandang berkaitan dengan penceritaan penulis, jika pengarang memakai istilah aku untuk menghidupkan tokoh, seolah-olah dia menceritakan pengalamannya sendiri maka itu sudut pandang orang pertama, dan bila memakai istilah dia, berarti itu adalah sudut pandang orang ketiga.
Metodologi Penelitian
1.    Teknik Penelitian
Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode deskriptif analisis.  Metode deskriptif analisis adalah metode penelitian yang bersifat observasi yaitu dengan cara memperoleh data dengan meneliti dan menganalisis.
Data yang berhasil dikumpulkan baik melalui kepustakaan maupun pengamatan didisusun berdasarkan metode deskriptif .
2.    Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi sebuah novel yang berjudul “Surat Kecil Untuk Tuhan” karya Agnes Davonar dengan cara mengapresiasi karya tersebut. Langkah-langkah dalam mengapresiasi novel tersebut adalah:
•    Membaca novel “Surat Kecil Untuk Tuhan” karya Agnes Davonar dengan tujuan untuk mendeskripsikan karya tersebut.
•    Menentukan gagasan, ide, atau pikiran utama yang mendasari novel “Surat Kecil Untuk Tuhan” karya Agnes Davonar.
•    Menuliskan tokoh dan watak tokoh yang berada dalam novel “Surat Kecil Untuk Tuhan” karya Agnes Davonar.
•    Menentukan sudut pandang yang berada dalam novel “ Surat Kecil Untuk Tuhan” karya Agnes Davonar.
Hasil dan Pembahasan Penelitian
    Sinopsis Novel “Surat Kecil Untuk Tuhan” karya Agnes Davonar
Surat Kecil Untuk Tuhan adalah novel yang diangkat dari kisah nyata perjuangan seorang gadis remaja bernama Gita Sesa Wanda Cantika yang dipanggil Keke.Dia gadis cantik, pintar yang menjadi penderita kanker jaringan lunak.
Kanker itu menyerang wajahnya yang cantik dan menjadikannya seperti monster, bahkan dokter pun mengatakan kalau hidupnya tidak akan lama lagi. Tak mau menyerah, sang Ayah terus berjuang agar Keke dapat lepas dari vonis kematian. Perjuangan sang Ayah menyelamatkan putrinya begitu mengharukan, Keke yang menyadari hidupnya akan berakhir kemudian menuliskan sebuah surat kecil untuk Tuhan.
Tuhan memberikan anugerah dalam hidup Keke, dia mampu bertahan bersama kanker itu selama tiga tahun lamanya walau pada akhirnya ia menyerah.
Ini adalah Surat Kecil Untuk Tuhan yang ditulis oleh Keke :
Tuhan …
Andai aku bisa kembali
Aku ingin tidak ada tangisan di dunia ini.   

Tuhan . . .
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku,
terjadi pada orang lain.

Tuhan …
Bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu?

Tuhan. . .
Bolehkah aku meminta satu hal kecil pada-Mu?

Tuhan. . .
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya..

Tuhan. . .
Ijinkanlah rambutku kembali tumbuh, agar aku bisa
menjadi wanita seutuhnya.

Tuhan. . .
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan
Kepada ayah dan sahabat-sahabatku

Tuhan. . .
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup
Kepada siapapun yang mengenalku…
Tuhan. . .
Surat kecilku ini
adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali…

Ke dunia yang Kau berikan padaku. .

    Tabel Analisis
No.    Surat Kecil Untuk Tuhan    Hasil Analisis    Bukti Pernyataan
1.























































































































2.








































3.



    Penokohan






















































































































Alur








































Sudut Pandang







    •    Keke
Tokoh utama yang berperan sebagai  “Aku”. Dia baik, pandai, aktif, penyabar, dan kuat dalam menghadapi cobaan dalam hidupnya.
•    Ayah Keke
Penuh kasih sayang, bijaksana, penyabar, dan penuh perhatian










•    Kak Kiki
Perhatian, penyayang, namun terkadang ia iseng.





•    Kak Chika
Giat






•    Ibu
Penyayang dan penyabar. Namun setelah perceraiannya dengan ayah, jarak yang memisahkan Keke dan Ibunya.








•    Andi
Pehatian dan Penyayang.






•    Pak Iyus
Penyayang dan sangat setia pada keluarga Keke. Baik, penyabar, perhatian terhadap Keke.

•    Sahabat-sahabat Keke (Fadha, Maya, Shifa, Idha, Andhini)
Baik, setia menemani Keke disaat-saat terakhir Keke dan juga setia kawan.

•    Bibi
Seorang pembantu rumah tangga yang baik dan perhatian kepada Keke.









•    Angel
Sombong dan suka mengejek teman.











•    dr. Adi Kusuma
Seorang Dokter yang pertama merawat Keke ketika Keke sakit. dr.Adi sangat perhatian dan baik merawat Keke.











•    Prof.Mukhlis
Profesor yang ahli dalam bidang kanker. Prof Mukhlis berjuang keras dalam mengatasi penyakit kanker Keke




Maju








































Orang Pertama (Aku)    Hal 123: “Ayah jangan meminta maaf, karena Keke telah ikhlas menerima semua cobaan ini.. Keke kuat aja. Ayah juga harus kuat.. Dan kita sama-sama hadapi semua ini sebagai kasih sayang Tuhan sama Keke!!”.

Hal 20:
Ayah sangat bijaksana. Aku bangga padanya, karena selain berperan sebagai ayah, ia juga berperan sebagai ibu yang baik untukku. Ia mengayomiku, mengurus segala keperluanku, sehingga terkadang aku lupa kalau aku hanya mempunyai satu orang tua saja dalam keluargaku. Saat pulang ke rumah bersama kak Putri, Ayah berpesan kepadaku…..
“Keke, sekarang kamu sudah dewasa. Berarti kamu harus bisa menjaga diri dengan baik…. Ingatlah terus pesan ayah.” Nasehat Ayah kepadaku.
Hal 5:
Sedangkan Kiki, kakakku yang ke-dua adalah orang yang paling aku andalkan dalam segala hal. Bila aku lapar, dia suka memasak untukku. Bila aku kesepian, dia akan menemaniku. Dan bila aku kesulitan mengerjakan tugas dari sekola, ia akan mengajarkan aku.

Hal 5:
Chika adalah kakak tertuaku. Dia lebih tua 8 tahun dari aku. Saat ini selain kuliah, dia juga bekerja di salah satu Free Magazine di Jakarta. Tentu saja dia adalah kakak kebanggaanku karena ia dapat membagi waktu antara kuliah dan bekerja tanpa merepotkan orangtua kami.

Hal 47:
“Ibu….” Teriakku.
Ibu langsung naik kembali dan memelukku.
“ Keke sakit ya? Maaf ya, ibu baru bisa datang sekarang..”
“ Gapapa. Ayah uda jaga aku dengan baik.”
Kami bicara sejenak tanpa membahas sedikitpun tentang penyakitku di kamar. Ibu mengelus dahiku yang terasa sakit agar membaik. Aku rindu padanya tapi tidak dapat memintanya berada disampingku.

Hal 73:
Andi memberikan aku obat dan aku pun meminumnya untuk pertama kali sejak dua hari lalu pulang dari Banten.
“ Andi..”
“ Ya, Keke..”
“ Terima kasih ya..”

Hal 190:
Sebagai gantinya, pak Iyus menemani aku dalam menghadapi ujian.
Dengan menggendongku, Pak Iyus mengantarkanaku sampai duduk di kursi ujian.
Dapat dilihat dari Bacaan Hal 160:
“Untuk sahabat kami, Keke. Kami selalu ada dihatimu. Dan selalu bersamamu untuk selamanya. Disisni kami menunggumu untuk kembali.”



Hal 27:
Tiba-tiba bibiku terlihat sibuk sendiri mondad-mandir mencari obat di kamarku. Dia kemudian bertanya padaku, “Ke..kamu liat nggak obat tetes mata? Setau bibi kamu kan yang terakhir pakai. Di kotak P3K nggak ada soalnya.”
“Coba bibi cek di laci meja belajar! Seinget keke ada disana….” Ujarku santai sambil berbaring di ranjang.
Bibi menemukan obat itu lalu segera keluar menuju kamar kakakku, Kiki.

Hal 31:
“ Wow… sejak kapan di sekolah kita ada trendsetter. Boleh berkacamata hitam di kelas!” kata Angel pada sahabatnya Lia.
“ Haha… Bagus tuh. Makanya bikin trensetter baru. Besok-besok loe jangan mau kalah pake kacamata biru dong, Ngel!” Jawab Lia.
“Maunya sih.. Tapi kan gua nggak lagi sakit mata. Hehehe….” Ledek Angel yang disambut dengan tawa oleh sahabat-sahabatnya.

Hal 35-36 :
“Jadi, Keke kenapa dok? Kok sakit mata sampe mimisan gitu?” “Hmm.. Sampai sejauh ini sih saya kira Sinus. Tapi belum tau juga kalau belum di Ronsen. Sekarang saya tulis resep aja. Kalau bisa sih Keke jangan sekolah dulu selama proses pengobatan..”
“Tuh denger nggak, Ke? Jangan sekolah dulu.”
“Iya..” Jawabku singkat.
“Obat ini diminum dulu secara teratur selama 5 hari. Bila tidak ada perubahan, saya akan buat surat pegantar ke dokter THT (Telinga Hidung Tenggorokan). ”Ujar dokter Adi Kusuma.

Hal 115:
“Kita coba lakukan hal yang sama, yaitu dengan proses kemoterapi satu seri lagi,dilanjutkan dengan  radioterapi dengan disinar. Jika ini belum berhasil maka akan saya diskusikan dengan teman-teman saya di Universitas Indonesia. Kita bedoa saja, semoga cara ini berhasil.” Kalimat pesimis dari Prof Mukhlis.

•    Pengenalan
Keke adalah seorang anak yang cantik dan pandai, ia aktif dalam berbagai ekstrakulikuler di sekolah. Dia memiliki banyak teman dan memiliki keluarga yang sangat bahagia meskipun ayah dan ibunya sudah bercerai. Dia memiliki penyakit kanker ganas. Namun dia tetap tabah dan bahagia menjalani hidupnya.
•    Pemunculan Konflik
Berawal dari sakit mata yang dialami kak Kiki. Lalu Keke pun sakit mata. Dan ia hanya menyangka bahwa ia juga tertular. Namun ternyata mata Keke semakin membesar. Dan setelah diperiksa ternyata dia menderita kanker ganas.
•    Konflik Memuncak
Lama kelamaan penyakit itu semakin ganas dan melemahkan tubuh Keke. Namun ayahnya tetap berusaha mencari pengobatan terbaik untuk Keke. Dan akhirnya Keke dipertemukan dengan seorang profesor yang hebat. Keke diobati dengan cara kemoterapi. Cara ini berhasil, meski Keke harus merasakan sakit dan rambutnya rontok luar biasa.
•    Penurunan Konflik
Akhirnya kanker itu hilang. Namun kanker itu datang lagi. Dan ayah Keke tetap berusaha untuk menyembuhkannya. Keke pun berusaha untuk tetap ceria agar orang-orang yang dia cintai tidak merasakan kesedihan.
•    Penyelesaian
Setelah berusaha semaksimal mungkin, dan hasilnya pun menyedihkan. Dengan hati yang berat ayah Keke mulai merelakan jika Keke harus pergi. Setelah beberapa hari koma di rumah sakit, Keke sempat terbangun untuk mengucapkan kata terakhirnya. Dan setelah itu dia tertidur lagi untuk selamanya. Dan tak lama harum bunga melati tercium diruangan rumah sakit yang Keke tempati.

Hal 5 :
Hai sobat,, kenalkan. Namaku Gita Sesa Wanda Cantika. Terlalu panjang ya.. Ok! Biar gampang sebut saja namaku Keke. Aku anak ke-tiga dari tiga bersaudara. Aku mempunyai dua kakak laki-laki,namanya juga dipersingkat saja. Panggil mereka Chika yang tampan dan Kiki yang manis. Hehehe…. Jadi diantara keluarga ku, aku adalah anak perempuan satu-satunya.

    Apakah Novel “Surat Kecil Untuk Tuhan” karya Agnes Davonar Bisa dijadikan Bahan Pembelajaran Sastra di Tingkat SMP/sederajat?
Novel ini dapat dijadikan bahan ajar ditingkat SMP, karena didalamnya mengandung unsur pendidikan yang begitu tinggi. Disini dapat dicontoh sosok Keke yang bersemangat tinggi untuk bersekolah meskipun dia dalam keadaan sakit yang begitu dahsyat.
Ini sangat cocok untuk dijadikan suatu bahan bagi siswa, bahwa bukan alasan mereka yang berkehidupan normal/sehat untuk tidak bersekolah.
Kesimpulan dan Saran
1.    Kesimpulan
Unsur penokohan, alur dan sudut pandang dalam novel “Surat Kecil Untuk Tuhan” karya Agnes Davonar berdasarkan hasil analisis yaitu:
a.    Penokohan
Keke sebagai tokoh utama dia baik, pandai, aktif, penyabar, dan kuat dalam menghadapi cobaan dalam hidupnya.Ayah Keke penuh kasih sayang, bijaksana, penyabar, dan penuh perhatian. Kak Kiki perhatian, penyayang, namun terkadang ia iseng. Kak Chika giat, Ibu penyayang dan penyabar.Andi perhatian dan penyayang, Pak Iyus penyayang dan sangat setia pada keluarga Keke.Sahabat-sahabat Keke (Fadha, Maya, Shifa, Idha, Andhini) baik, setia menemani Keke disaat-saat terakhir Keke dan juga setia kawan.BibiSeorang pembantu rumah tangga yang baik dan perhatian.Angel dombong dan suka mengejek teman.dr. Adi Kusuma  seorang Dokter yang pertama merawat Keke ketika Keke sakit. dr.Adi sangat perhatian dan baik merawat Keke dan Prof.Mukhlis, Profesor yang ahli dalam bidang kanker. Prof Mukhlis berjuang keras dalam mengatasi penyakit kanker Keke.
b.    Alur
Alur maju meliputi tahap pengenalan, pemunculan konflik, konflik memuncak, penurunan konflik dan penyelesaian.
c.    Sudut pandang
Menggunakan sudut pandang orang pertama “aku”.
2.    Saran
a.    Saran kepada mahasiswa
Mahasiswa hendaknya dalam membaca novel memperhatikan nilai-nilai positif antara lain tentang semangat, tekad, perilaku pantang menyerah untuk selalu memperjuangkan cita-cita dan jangan mencontoh apabila novel tersebut mempunyai nilai yang negatif. Nilai-nilai positif tersebut dapat menjadi dasar bagi mahasiswa untuk menerapkannya dalam berperilaku di kehidupan bermasyarakat.


b.    Saran kepada pembaca karya sastra          
Pembaca karya sastra sebaiknya mengambil nilai-nilai positif dalam karya sastra yang telah dibacanya dalam kehidupan di masyarakat. Novel “Surat Kecil Untuk Tuhan” adalah novel yang bagus dan berkualitas, sehingga tidak ada salahnya jika membaca novel tersebut.
c.    Saran kepada peneliti lain
Pada analisis ini, penulis mempunyai banyak kelemahan. Oleh karena itu, penulis lain  terus meningkatkan analisisnya dalam bidang sastra khususnya novel “Surat Kecil Untuk Tuhan” karya Agnes Davonar secara lebih mendalam dengan bentuk analisis yang berbeda karena novel tersebut termasuk novel yang bagus dan berkualitas. Semoga jurnal analisis ini bermanfaat untuk memberikan kontribusi kepada mahasiswa dan juga pembaca. Tentunya jurnal ini masih sangat jauh dari sempurna. Untuk itu kepada dosen pembimbing, penulis meminta masukannya demi perbaikan jurnal ini di masa yang akan datang. 
Daftar Pustaka
Davonar, Agnes. 2008. Surat Kecil Untuk Tuhan. Jakarta : Inandra Published.
Luxemburg, Jan Van, Bal Mieke, Weststeijn, Willem G. 1991.  Tentang Sastra. Jakarta : Intermasa.
Nurgiyantoro, Burhan. 2009. Teori Pengkajian Sastra. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Wellek, Rene & Warren, Austin. 1989. Teori Kesusastraan. Jakarta : Gramedia
Andraini, Sri Purwati. 2012. NOVEL. http://riandraini.blogspot.com/. 15 November 2012.
Arsela, Dila. 2012. Makalah Menjelaskan Unsur Intrinsik Novel. http://halisu.blogspot.com/.  05 April 2012.
Aurelius, Vaqne. 2011. Menganalisis Unsur-Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel Indonesia. http://bahasaindonesia-ringkasanpelajaran.blogspot.com/. 27 Agustus 2011.
Huki, Luci. 2013. Unsur intrinsik novel. http://blog-pelajaransekolah.blogspot.com/.  25 Mei 2013.
Indarto, Danang. CONTOH JURNAL PENELITIAN. http://faceblog-riekha.blogspot.com/. 30 November 2012.
Indonesiasmpkps. 2008. Unsur-unsur Intrinsi Novel. http://indonesiasmpkps.wordpress.com/. 11 Maret 2008.
Natali.2010. Menganalisis Unsur-Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Novel Indonesia. http://natalidopengasih.wordpress.com/. 19 Mei 2010.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar